Badminton FOMO - Menghitung maju 200 hari menjelang Olimpiade Paris 2024, bagaimana peluang para atlet bulutangkis Indonesia dalam persaingan menembus ajang tersebut?
Olimpiade 2024 akan diselenggarakan pada 26 Juli-11 Agustus, dengan cabang bulu tangkis dilaksanakan pada periode 27 Juli-5 Agustus di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Prancis.
Ada pun kualifikasi menuju Olimpiade Paris 2024 untuk cabor
bulutangkis berlangsung selama satu tahun, sejak Mei 2023 hingga April 2024.
Kualifikasi Olimpiade Paris 2024 ini akan menentukan siapa
saja pebulutangkis yang berhak tampil, dengan syarat setiap negara maksimal
mengirimkan dua wakil dari masing-masing sektor.
Untuk bisa mendapat kuota maksimal itu, mereka juga harus
masuk posisi aman di ranking Race to Paris selama periode kualifikasi.
Dengan periode kualifikasi tersisa empat bulan lagi, maka
hanya ada 12 turnamen BWF World Tour yang akan menjadi ajang perebutan poin
Race to Paris.
Malaysia Open 2024 akan mengawali serangkaian sisa turnamen
tersebut. Ajang ini akan digelar di Kuala Lumpur pekan ini pada 9-14 Januari
2024.
Badminton Asia Championships 2024 yang digelar pada 9-14
April mendatang akan mengakhiri periode kualifikasi Race to Paris.
Lantas bagaimana dengan persiapan para pebulutangkis
Indonesia untuk bisa menembus pesta olahraga terbesar empat tahunan tersebut?
Persiapan PBSI demi Race to Olympic Paris
Berkaca dari kegalan tim Merah Putih di Asian Games 2023
kemarin yang pulang tanpa satu pun medali, PBSI pun berbenah dengan membentuk
tim Olimpiade.
Pada hari Senin (08/12/23), PBSI resmi mengumumkan jajaran
Tim Ad Hoc tang bertugas dan fokus untuk memperbaiki peringkat para atlet
menuju Olimpiade Paris 2024.
“Perjalanan ke Olimpiade Paris membutuhkan peta jalan dan
program yang jelas supaya kita bisa menaikkan peringkat dan memasukkan sebanyak
mungkin atlet Indonesia ke Olimpiade,” kata Armand Darmadji selaku Manajer Tim
Ad Hoc Indonesia untuk Olimpiade Paris, dilansir dari Antara.
Tim Ad Hoc sendiri dibentuk PBSI pada 7 Desember 2023,
dengan Sekjen PP PBSI M. Fadil Imran ditunjuk sebagai ketua.
Tim dilengkapi oleh deretan mantan pemain bulu tangkis
Indonesia, termasuk beberapa di antaranya adalah Christian Hadinata yang kini
berperan sebagai direktur teknik.
Selain itu, Tim Ad Hoc juga diisi oleh para ahli di berbagai
bidang termasuk tim dokter, tim psikolog olahraga, ahli gizi, pemanfaatan sport
science, hingga adanya para mantan pebulu tangkis Indonesia sebagai mentor.
Para mentor tersebut adalah Taufik Hidayat (tunggal putra), Susy Susanti
(tunggal putri), Candra Wijaya (ganda putra), Greysia Polii (ganda putri), dan
Lilyana Natsir serta Tontowi Ahmad (ganda campuran).
Ranking Atlet Indonesia di Race to Olympic Paris
Bulutangkis Indonesia sejatinya sempat di ambang kehancuran
jika menilik dari performa para atlet di paruh pertama periode Kualifikasi
Olimpiade Paris 2024.
Dari BWF, baru ada beberapa pebulutangkis yang berada di
zona aman pada klasemen sementara kualifikasi Race to Paris.
Di tunggal putra, misalnya, Jonatan Christie dan Anthony
Sinisuka Ginting berpeluang lolos bersama jika mampu mempertahankan posisi
mereka di 8 besar klasemen.
Saat ini, Jonatan dan Anthony Ginting masing-masing
menempati peringkat ke-5 dan ke-6, di belakang Viktor Axelsen (1), Kodai
Naraoka (2), Shi Yuqi (3) dan Li Shifeng (4).
Di sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung masing
harus bekerja keras untuk bisa mengamankan posisinya. Saat ini Gregoria
menduduki peringkat ke-7.
Hal serupa juga terjadi pada pasangan ganda campuran Fajar
Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang nyaris terdepak dari 8 besar .
Fajar/Rian harus bisa memperbaiki performa mereka tahun ini
untuk menjaga asa lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Ada pun di sektor ganda putri, Apriyani Rahay/Siti Fadia
Siva Ramadhanti menduduki peringkat ke-6 pada klasemen namun berpotensi melorot
posisinya bulan ini.
Hal ini dikarenakan Apriyani/Fadia terpaksa absen di ajang
Malaysia Open 2024 dan India Open 2024.
Apri/Fadia harus bekerja keras mengumpulkan poin saat mereka
comeback di sisa turnamen kualifikasi jika tidak mau kehilangan kans lolos.
Khususnya Apriyani, ini jadi tantangan tersendiri untuk mempertahankan
medali emas yang diraihnya bersama Greysia Polii pada Olimpiade Tokyo 2021
silam.
Ada pun di sektor ganda campuran, Indonesia masih belum memiliki
satu pun wakil yang bersaing di top 8 klasemen.
Daftar Turnamen Tersisa di Race to Olympic Paris
Januari
Malaysia Open 2024 (S1000), 9-14 Januari 2024
India Open 2024 (S750), 16-21 Januari 2024
Indonesia Masters 2024 (S500), 23-28 Januari 2024
Thailand Masters 2024 (S300), 30 Januari-4 Februari 2024
Februari
German Open 2024 (S300), 27 Februari-3 Maret 2024
Maret
French Open 2024 (S750), 5-10 Maret 2024
Orleans Masters 2024 (S300), 12-17 Maret 2024
All England
2024 (S1000), 12-17 Maret 2024
Swiss Open 2024 (S300), 19-24 Maret 2024
China Masters 2024 (S100), 19-24 Maret 2024
Spain Masters 2024 (S300), 26-31 Maret 2024
April
Kejuaraan Asia 2024, 9-14 April 2024 (*)

No comments:
Post a Comment