Malaysia Open Masih ‘Milik’ Lee Chong Wei Usai Lee Zii Jia dan Ng Tze Yong Tersungkur

 


 

Badminton FOMO – Malaysia Open masih menjadi milik Lee Chong Wei setelah dua tunggal putra tuan rumah, Lee Zii Jia dan Ng Tze Yong, tersungkur di babak pertama.


Pekan ini tengah berlangsung turnamen pertama BWF World Tour 2024 yang bertajuk Malaysia Open di Axiata Arena, Kuala Lumpur mulai 9 – 14 Januari.

Bagi tuan rumah, ajang ini sejatinya menjadi kesempatan mereka untuk mengembalikan marwah mereka di mata bulutangkis international.

Bagaimana tidak. Terakhir kali tuan rumah memenangkan gelar Malaysia Open pada tahun 2018 silam oleh pemain legendaris Lee Chong Wei.

Bukan hanya itu, Lee Chong Wei merupakan peraih gelar Malaysia Open terbanyak yakni dengan torehan 14 trofi sepanjang kariernya.

Sejak 2018, tidak ada satu pun pebulutangkis Malaysia di semua sektor yang mampu memenangkan gelar Malaysia Open.

Di Malaysia Open 2024, tuan rumah sempat berharap penantian tersebut bisa segera berakhir, tidak hanya di sektor tunggal putra namun juga di sektor lainnya.

Hal ini juga dikemukakan sang legenda Lee Chong Wei beberapa waktu lalu menjelang turnamen Malaysia Open 2024.

“Saya pikir Aaron/Wooi Yik dan Zii Jia punya peluang untuk melaju ke final Malaysia Open. Itu berdasarkan kondisi dan permainan mereka. Saya selalu mengatakan bahwa Malaysia Open sangat penting bagi saya ketika saya masih menjadi pemain,” kata Lee melansir dari BHarian.

“Mengapa ini penting bagi saya? Karena Anda bermain di tempat Anda sendiri, rumah Anda, dan ekspektasi yang tinggi terhadap suporter untuk datang dan mendukung Anda. Ini adalah tanggung jawab yang berat dan Anda harus berusaha sebaik mungkin untuk karier dan negara Anda.”

Namun yang terjadi malah jauh dari harapan Lee Chong Wei. Dua tunggal putra Malaysia tercatat langsung kandas di babak 32 besar.

 

Malaysia Open 2024 Jadi Kuburan Tunggal Putra Tuan Rumah

Dimulai dari Lee Zii Jia. Tunggal putra yang digadang-gadang bakal mengalami kebangkitan musim ini takluk dari pemain China, Lu Guang Zu.

Bertanding di Axiata Arena, pada Selasa (09/01/23), Lee Zii Jia dipaksa bermain rubber set usai unggul di set pertama sebelum akhirnya kalah dengan skor 21-16, 19-21, 15-21.

Lee Zii Jia mengakui kekalahannya itu dikarenakan permainan Lu Guang Zu sangat baik dibandingkan dirinya, terutama soal defence.

Hal ini membuat Lee Zii Jia sempat kehilangan kesabaran sehingga membuat dirinya melakukan kesalahan dan berujung kalah.

“Defence Guangzu sangat efektif, terutama di game ketiga,” ujar Lee Zii Jia melansir dari The Star.

“Saya mulai kehilangan kesabaran dan membuat kesalahan. Saya bermain bagus di gim pertama dan kedua tetapi tidak konsisten di gim ketiga dan harus bekerja keras,” tambahnya.

Malaysia sejatinya masih memiliki tunggal putra no.1 nasional Ng Tze Yong yang baru bertanding di Axiata Arena pada hari kedua di babak 32 besar.

Namun Ng Tze Yong dipaksa menyerah saat menghadapi pemain Jepang, Koki Watanabe, karena mengalami cedera punggung dengan skor 8-12.

Pemain peringkat 15 dunia itu sempat meminta bantuan medis di tengah pertandingan dan mencoba melanjutkan permainan tetapi dia menyerah.

“Saya merasa nyeri di bagian punggung setelah melakukan smash,” ujar Ng Tze Yong dilansir dari The Star.

“Saya mencoba melanjutkan pertandingan, tetapi rasa nyeri semakin tak tertahankan, dan saya tidak punya pilihan selain menyerah,” jelasnya.

 

Rekor Lee Chong Wei Belum Terpatahkan

Dengan kandasnya Lee Zii Jia dan Ng Tze Yong, maka belum ada satu pun tunggal putra tuan rumah yang mampu mengikuti jejaknya juara Malaysia Open dalam 6 tahun terakhir.

Diketahui, Lee Chong Wei yang telah pensiun pada 13 Juni 2019 lalu ini merupakan atlet bulu tangkis tunggal putra terbaik yang pernah dimiliki Malaysia.

Pada masa jayanya dia merupakan pemain bulu tangkis yang sangat diwaspadai, termasuk di Malaysia Open.

Torehan Lee Chong Wei di Malaysia Open yakni  12 titel dan 7 di antaranya diperoleh secara beruntun.

Juara ini diraihnya pada tahun 2004 sampai 2006 dan 2008 hingga 2014, dan belum pernah diciptakan oleh tunggal putra lainnya.

Rekor ini juga membuatnya melampaui rekor Celcillia Samuel, tunggal putri Malaysia yang juara 6 kali beruntun pada tahun 1950 sampai 1955.

Lantas apakah tuan rumah masih memiliki harapan untuk memenangkan gelar di Malaysia Open setelah Lee Zii Jia dan Ng Tze Yong terhenti?

Sejauh ini ganda campuran Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, Chang Peng Soon/Cheah Yee See, dan unggulan delapan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei melaju ke 16 besar.

Demikian juga dengan  ganda putra Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani hingga Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Menarik untuk dinantikan apakah tuan rumah bisa mencuri satu gelar juara Malaysia Open 2024 dari para pebulutangkis tersebut demi meneruskan kejayaan Lee Chong Wei. 


No comments:

Post a Comment